03 — Cargo pocket system
Bagaimana membuat saku cargo bervolume yang dapat dijahit?
Pertama pilih arsitektur. Patch pocket datar mengikuti paha tanpa volume tambahan. Box pleat menyimpan volume pada satu atau beberapa lipatan di body. Bellows atau gusset menggunakan panel samping atau perimeter yang membuka seperti akordeon. Jangan mencampur istilah dalam pattern map; setiap arsitektur mempunyai piece, fold, notch, sewing order, dan perilaku material berbeda.
Untuk latihan bellows sederhana, buat pocket body dengan finished opening dan depth jelas, lalu tambahkan gusset strip pada sisi dan bawah. Walk seam body–gusset pada seam line, tandai center bottom, corner turn, upper endpoint, dan arah sewing. Pocket opening tetap bebas; jangan menjahit seluruh keliling hingga saku tertutup. Tambahkan facing atau hem opening, topstitch path, serta bartack position sebagai informasi produksi yang terpisah dari tampilan render.
Untuk box pleat, tentukan finished pocket width, pleat depth, fold direction, dan interval. Garis lipat luar dan dalam harus mempunyai notch. Tool Pleats dapat membantu membuat fold dan simulasi, tetapi spesifikasi produksi tetap perlu tertulis. Strengthen, Freeze, Superimpose, Layer, atau tack boleh membantu arrangement sementara; semuanya bukan pengganti seam, facing, interfacing, atau reinforcement nyata.
Buat flap setelah body pocket stabil. Ukur attachment line, finished width, depth, corner shape, overlap terhadap opening, turn-of-cloth, facing, topstitch, dan ruang closure. Flap terlalu sempit membuka sisi pocket; terlalu panjang menambah layer dan dapat menekan pleat. Uji kondisi flap tertutup dan terbuka. Jika closure hanya placeholder, nyatakan batasnya dan jangan menganggap kekuatan attachment sudah terbukti.
Placement harus dikunci terhadap garment landmark, bukan hanya tampak “pas”. Catat jarak dari waist seam, side seam, front grainline, dan knee line. Pocket yang terlalu rendah bertabrakan dengan flex lutut; terlalu ke belakang sulit diakses; terlalu dekat side seam dapat menarik balance. Uji saku kosong dan dengan proxy isi sederhana yang massanya terdokumentasi. Tanpa proxy, kapasitas, sag, akses tangan, dan stabilitas isi belum tervalidasi.
Urutan yang paling mudah diaudit: blok celana → placement line → pocket body → volume system → opening → flap → reinforcement map → material → standing pose → knee-bend pose → sample.